Pekanbaru, 23 November 2025 – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Riau telah sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Acara yang berlangsung pada 23 November 2025 di Hotel Royal Asnof Pekanbaru ini menjadi wadah strategis untuk mengevaluasi kinerja dan merumuskan arah kebijakan organisasi serta program kerja ke depan guna memajukan profesi keperawatan di Bumi Lancang Kuning.
Dengan mengusung tema “Penguatan Organisasi Melalui Semangat Persatuan dan Strategi Membangun Eksistensi Profesi Perawat”, Rakerwil berjalan dalam suasana penuh kekompakan. Para peserta mengenakan seragam marun khas PPNI dan aktif mengikuti rangkaian pemaparan, diskusi, serta pembahasan program prioritas.
Rakerwil ini dihadiri oleh Pengurus DPW dan DPD PPNI dari seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, membuktikan komitmen bersama untuk memperkuat soliditas dan kinerja organisasi. Dari rapat ini, dihasilkan sejumlah rekomendasi penting dari berbagai bidang yang akan menjadi panduan kerja untuk periode mendatang.






Rakerwil diisi dengan pemaparan laporan program, evaluasi kinerja, serta penyampaian data strategis melalui tayangan presentasi. Para peserta aktif memberikan masukan dan berdiskusi dalam kelompok untuk merumuskan berbagai solusi dan rekomendasi.
Berikut adalah rekomendasi-rekomendasi strategis yang berhasil dirumuskan:
1. Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK):
- Optimalisasi sosialisasi pembayaran atau validasi data anggota melalui VPN SIMK PPNI.
- Sosialisasi manfaat dan tujuan organisasi secara lebih masif.
- Pembinaan kader serta optimalisasi komunikasi organisasi untuk mendukung profesionalisme perawat.
- Sosialisasi terstruktur kepada perawat dan edukasi tentang peran strategis himpunan.
- Melakukan koreksi dan sinkronisasi data melalui admin SMK-PPNI.
2. Bidang Antar Lembaga:
- Bekerjasama dengan bidang Komunikasi dan Informasi untuk memaksimalkan branding dan publikasi bantuan hukum oleh organisasi profesi.
- Menjalin kerjasama baru dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan kantor Satu Pintu untuk mempermudah pengurusan Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP).
- Menyiapkan draf Memorandum of Understanding (MOU) atau Memorandum of Agreement (MOA) dengan berbagai pihak terkait.
3. Bidang Pemberdayaan Politik:
- Mengintegrasikan program pemberdayaan politik dalam Rencana Strategis (Renstra) DPW.
- Menyusun Roadmap Advokasi Politik Keperawatan Wilayah untuk 1 tahun ke depan.
- Mengoptimalkan pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi politik dan kampanye isu keperawatan.
4. Bidang Kesejahteraan:
- Mendorong peningkatan pendidikan berkelanjutan, termasuk program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
- Monitoring dan evaluasi percepatan pendidikan serta masalah kurangnya formasi jabatan fungsional perawat, terutama untuk jenjang Ahli Madya.
- Memperjuangkan pemerataan dan penentuan standar pendapatan tambahan untuk ASN perawat agar setara dengan ASN lain.
- Mengkaji asuransi untuk Tenaga Kesehatan, termasuk bagi nakes yang putus kontrak, agar dapat dibantu oleh BPJS Ketenagakerjaan.
- Menstandarisasi santunan untuk anggota dan pengurus yang sakit atau meninggal hingga level Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
- Merekomendasikan secara tertulis kepada stakeholder terkait penentuan standar upah untuk Perawat Non-ASN/Swasta.
5. Bidang Pendidikan dan Pelatihan:
- Mengusulkan kebijakan nasional tentang pelatihan berkelanjutan untuk peningkatan mutu perawat.
- Memperjuangkan aturan tentang jabatan fungsional perawat Madya di Puskesmas kepada pemangku kebijakan seperti PPSDM dan Dinas Kesehatan.
- Bekerja sama dengan bidang OKK untuk merekrut mahasiswa keperawatan menjadi anggota PPNI tanpa menunggu ijazah, cukup dengan surat keterangan lulus.
6. Bidang Penelitian dan Infokom:
- Mengimbau seluruh anggota PPNI untuk mengirimkan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat kepada bidang Penelitian dan Infokom untuk didokumentasikan dan disebarluaskan.
7. Bidang Pelayanan:
- Menjalin kolaborasi dengan instansi kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan puskesmas di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
- Mengembangkan kerja sama dengan lembaga pelatihan, akademisi, dan pemerintah daerah.
- Memperkuat monitoring dan evaluasi kerja divisi Bidang Pelayanan.
- Menentukan kabupaten prioritas untuk pembentukan Badan Penanggulangan Bencana (Bapena) tingkat kabupaten.
Rekomendasi Tambahan:
- Meningkatkan sosialisasi melalui Webinar, pelatihan, dan kolaborasi dengan bidang terkait.
- Membentuk Tim Khusus untuk menggali informasi kasus-kasus yang berkembang di lapangan.
- Melanjutkan proses pembentukan Bantuan Hukum (BBH).
- Meningkatkan sosialisasi dan kolaborasi dengan bidang Sumber Daya Manusia (SDM).
Rakerwil DPW PPNI Provinsi Riau tahun 2025 ini menegaskan komitmen untuk terus berbenah dan berinovasi. Rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat diimplementasikan secara konkret guna meningkatkan kesejahteraan, profesionalisme, dan peran strategis perawat Riau dalam membangun derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.






Rakerwil DPW PPNI Provinsi Riau 2025 ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi organisasi, menyatukan langkah strategis, dan memastikan PPNI tetap menjadi organisasi profesi yang kokoh, modern, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, PPNI Riau menunjukkan bahwa perawat bukan hanya garda depan pelayanan kesehatan, tetapi juga pilar perubahan menuju pelayanan kesehatan yang lebih baik dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.












